Mantan Kepala BIN: HRS Pendukung Tokoh Teroris Abu Bakar Basyir

Radikalisme di dalam Islam di Indonesia semakin hari semakin merisaukan. Mereka yang menganut paham radikal terus menebarkan pahamnya untuk mencari pengikut baru.

Mantan Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono mengingatkan kepada generasi bangsa tentang bahaya radikalisme di Tanah Air.

Ia menyebut radikalisme di Indonesia dikembangkan oleh Abubakar Baasyir (ABB) dan didukung oleh pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

“Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dalam penjara dan ternyata didukung oleh MRS,” ucap AM Hendropriyono dalam akun Twitter @edo751945, Jumat (17/12/2020).

Menurut dia, meskipun Abubakar Baasyir dan Rizieq Shihab dipenjara, tetapi kasusnya dimanfaatkan oleh para politikus. Sambungnya, para politisi tersebut mengambil kesempatan untuk kepentingan politik pribadinya.

Berikut pesan AM Hendropriyono:

PESAN UNTUK GENERASI MUDA MENGHADAPI RADIKALISME

Dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi peristiwa-peristiwa yang perlu dicermati dan disikapi dengan tepat, agar dapat dipahami semua generasi. Terutama untuk generasi muda agar tidak tersesat. Saya perlu menyampaikan pemahaman.

Keberadaan Abubakar Baasyir (ABB) dan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam tahanan saat ini dapat dimanfaatkan para politikus tertentu untuk mengail di air keruh. Mereka akan (bahkan sudah mulai) mengambil kesempatan ini untuk kepentingan politik pribadinya.

Jangan sampai manuver-manuver mereka yang menyesatkan itu, memperbudak pikiran kalian terutama dari generasi muda.

Alhamdulillah gembong kejahatan terorisme Zulkarnain, Kepala Asykari (Sayap Bersenjata) Jamaah Islamiah yang masuk DPO kasus bom Bali I, kerusuhan Ambon dan Poso ditangkap aparat keamanan di Lampung Timur.

Yang perlu dipahami, jika terorisme merupakan pohon, maka akarnya adalah radikalisme. Radikalisme dikembangkan oleh ABB yang kini dalam penjara dan ternyata didukung oleh MRS.

Dengan ditangkapnya imam Front Pembela Islam (FPI) tersebut saya perlu mengingatkan kepada segenap komponen bangsa.

Kepada anak-anak kita kaum muda bangsa agar segera sadar dan kembali kepada dirimu sendiri. Jangan mau terus dipengaruhi untuk berbuat syirik.

Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai berbuat ma’ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti atau menghukum orang lain.

Mereka adalah mahluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu.

Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur.

Mengutip kata KH Mustofa Bisri, berhentilah mempertuhankan dirimu sendiri, dengan mengadili orang lain sebagai berbuat ma’ruf atau munkar. Berhentilah membenci, menyakiti atau menghukum orang lain.

Mereka adalah mahluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu.

Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur.

Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya.

Kepada kaum ibu tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani hidup.

Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit covid-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu.

Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapapun. Berhentilah berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri.

Mari kita berdoa, semoga Tuhan YME memberikan petunjukNya kepada kita, sebagaimana yang diberikan kepada mereka yang telah memperoleh petunjuk, sehingga negara mereka kini maju sebagai bangsa adidaya di dunia. Yang kita harap-harapkan adalah mendapat ridho, perlindungan dan kasih sayang dariNya.

Salam sayang penuh harapan kepada generasi penerus bangsa.

Dari saya,

  • Guru Besar Intelijen STIN
  • Ketua Senat Dewan Guru Besar STHM

Sumber: WartaEkonomi

Total 34 x dibaca, hari ini 1 x

Jolali, Share ya !