Akhirnya Harapan KH Said Aqil Terwujud, Menteri Agama Kader NU

Apa yang diimpikan oleh Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Prof Dr Muhammad Said Aqiel Sirodj agar kader Nahdlatul Ulama yang memegang jabatan Menteri Agama akhirnya menjadi kenyataan.

Selasa sore jam 16.00 WIB ini, (22/12/2020) dari Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo mengumumkan nama Yaqut Cholil Quomas sebagai Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) menggantikan Jenderal Purn. Fahrur Razi.

Yaqut Cholil Quomas adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor. Ia juga komandan Barisan Serba Guna (Banser) NU.

Di kalangan nahdliyin, nama Yaqut Cholil Quomas sudah sangat menyatu dan merupakan bagian dari sejarah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Yaqut Cholil Quomas adalah sosok “darah biru” pewaris ayah dan kakeknya yang merupakan ulama besar dan berpengaruh di Jawa Tengah.

Yaqut Cholil Quomas atau lebih dikenal sebagai Gus Yaqut lahir di Rembang, 4 Januari 1975 merupakan putra dari K.H Muhammad Cholil Bisri, sosok Kyai yang disegani di Jawa pada masa 1960-1978. K.H Muhammad Cholil Bisri adalah Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.

Sedangkan Kakeknya Yaqut Cholil Quomas juga tokoh ulama kharismatik yakni Kyai Kholil bin Harun Kasingan yang terkenal di tanah Jawa sebagai ahli Nahwu (tata bahasa Arab) dan ilmu Manthiq (seni logika).

K.H Muhammad Cholil Bisri juga salah satu kiai pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Yaqut Cholil Quomas juga adalah saudara kandung dari Yahya Staquf, tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Gus Yaqut adalah tokoh muda Rembang.

Lulus dari SDN Kutoharjo (1981 – 1987), Gus Yaqut lantas melanjutkan pendidikannya ke SMPN II Rembang (1987 – 1990) lalu meneruskan pendidikannya ke SMAN II Rembang (1990 – 1993) dan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia jurusan sosiologi.

Gus Yaqut lahir dari keluarga pendiri dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ayah dari Gus Yaqut, KH Muhammad Cholil Bisri, adalah salah satu pendiri dari PKB.

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, sejak muda, Gus Yaqut sudah aktif berorganisasi dan mendirikan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Depok (1996-1999). Sebagai kader PKB di Rembang, Gus Yaqut dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Rembang (2001-2014).

Anggota DPRD dan Wakil Bupati Rembang

Pada tahun 2005, Gus Yaqut terjun ke arena politik praktis dan menjadi Anggota DPRD Kabupaten Rembang (2005). Kemudian, Gus Yaqut maju mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati pada Pilkada 2005 dan kemudian terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang (2005-2010).

Menjadi Ketua GP Ansor

Pada tahun 2011, Gus Yaqut semakin aktif melebarkan sayap organisasinya dan diberi tanggung jawab memimpin organisasi sayap kepemudaan dari NU yaitu GP Ansor. Gus Yaqut adalah Ketua PP GP Ansor (2011-2015).

Kemudian, pada tahun 2012, Gus Yaqut diberi tanggung jawab yang lebih besar lagi dan menjadi Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2012-2017).

Menjadi Anggota DPR RI

Setelah Hanif Dhakiri dilantik menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Kerja, Gus Yaqut dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW).

Kemudian, pada tahun 2015 Gus Yaqut diberi amanah untuk menjadi Ketua Umum GP Ansor untuk periode 2015-2020.

Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor 2015-2020. Pengesahan terpilihnya Gus Yaqut disampaikan oleh Nusron Wahid.

Sebagian besar pimpinan cabang maupun wilayah GP Ansor sebelumnya telah menyampaikan dukungannya kepada Gus Yaqut sebagai calon tunggal. Gus Yaqut yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PP GP Ansor. Pertama masuk Senayan di Komisi III, saat ini duduk di Komisi VI DPR-RI.

Pandangan dan Ideologi Gus Yaqut

Gus Yaqut dikenal sebagai orang yang cinta Tauhid dan Pancasila. Gus Yaqut mengatakan penguatan ideologi Pancasila pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus digalakan demi keutuhan NKRI.

Dia mengatakan saat ini pemuda dan generasi bangsa harus lebih mengenal dan memahami Pancasila dengan baik. Sebagai dasar negara, Pancasila telah terbukti sebagai perekat persatuan bangsa. (jannah/editor)

Total 114 x dibaca, hari ini 1 x

Jolali, Share ya !