Apakah Suami Istri yang Bersentuhan Batal Wudlunya?

Apakah wudlu suami dan istri yang bersentuhan kulitnya batal atau tidak?

Menurut Mazhab Syafi’i dalam Qaul Imam Syafi’i yang ditarjih oleh Imam Nawawi, hal itu batal. Tetapi menurut Mazhab Hanafiah, hal seperti itu tidak batal.

Pegangan dalil dari Mazhab Hanafi adalah saat malam hari Sayidah Aisyah menyentuh kaki Nabi saat Nabi shalallahu alaihi wasallam sujud. Dan ternyata Nabi tidak membatalkan Salatnya.

Itu artinya menurut mazhab Hanafi, suami dan istri yang bersentuhan tidak batal wudhunya.

Akan tetapi hal itu dijawab oleh Imam Nawawi:

اﺳﺘﺪﻝ ﺑﻪ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻤﺲ اﻟﻨﺴﺎء ﻻ ﻳﻨﻘﺾ اﻟﻮﺿﻮء ﻭاﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﻨﻘﺾ ﻭﺣﻤﻠﻮا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻏﻤﺰﻫﺎ ﻓﻮﻕ ﺣﺎﺋﻞ ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﻈﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﺣﺎﻝ اﻟﻨﺎﺋﻢ ﻓﻼ ﺩﻻﻟﺔ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ اﻟﻨﻘﺾ

Ada ulama yang berpendapat bahwa menyentuh wanita tidaklah batal. Namun mayoritas ulama mengatakan batal. Sementara hadis Aisyah menyentuh kaki Nabi diarahkan bahwa Aisyah menyentuh kaki Nabi dengan kain penghalang seperti kebiasaan orang tidur. Maka riwayat tersebut tidak menunjukkan tidak batal (Syarah Muslim 4/230).

Siaran ulang, cek disini

Total 117 x dibaca, hari ini 1 x

Jolali, Share ya !